Nafas Perjuangan itu masih ada
Sekali lagi aku mendengar sebuah nama yang diucapkan tiap tahunnya. Aku tak pernah menduga bahwa selang beberapa tahun ternyata nama itu masih bergema lengkap dengan semangatnya di salah satu di sudut selasar FE . Nama yang tercipta 12 tahun yang lalu. GAK PERCAYA, ternyata masih menjadi nama yang diperhitungkan di kalangan kampus UGM, pers mahasiswa FE, EKONOMISI.
Menurut sejarah nama itu sendiri tercipta beberapa detik menjelang pendeklarasian organisasi.. aku masih ingat suatu pagi, dini hari, di bulan september 2003, pagi yang gelap di bibir pantai parangtritis. dimana setelah melalui proses yang panjang dimana aku termasuk 5 orang yang lolos seleksi dari 60 mahasiswa yang sama-sama berjuang untuk masuk ke divisi REDAKSI, maka tibalah saat pelantikan. Nama dan sumpah yang diucapkan secara lantang tengah malam di hadapan punggawa senior setelah dinyatakan lolos dari ‘fit and proper test’ (layaknya tawanan, diiket, ditaruh di tempat gelap, dikelilingi senior dan junior yang membawa senter, diinterogasi, dimaki-maki)… dengan kondisi tidak nyaman (baca: ‘penyiksaan otak’).
5 tahun setelah sore itu, di mana aku sudah tidak memiliki pengaruh terhadap kelompok eksternal yang baru, dimana ketua sudah berganti dari aku, Agung, Ramadhan, kemudian sekarang Fathus, ternyata sumpah itu masih diabadikan, nama itu juga masih bergema.. (info lewat email, mengabarkan perkembangan terbaru…). padahal terakhir aku *lengser ke prabon, nafas perjuangan itu sudah redup, nyaris mati bahkan.
Tak pernah terpikir email yang datang dari Fathus, membangkitkan kesadaran dan memori yang telah terkubur :
"untuk minta dana ke kampus sekarang itu sulit sekali mas, sementara ini kalau menginginkan berdiri lagi ekonomisi harus memakai dana mandiri. untuk sementara waktu atau penerbitan pertama kita pakai dana kita. saya disuruh mengganti nama persnya karena sudah di cap jelek oleh temen temen. tapi yg terpenting sekarang bangun sedikit demi sedikit yang terpenting ada dulu kepengurusan baru, setelah itu aku nanti minta dana ke kampus. ya optimislah.
sekali lagi bila temen temen alumni ingin melakukan komunikasi dengan ekonomisi sekarang bisa melalui saya."
Teringat saat pelantikan di gelapnya pagi selepas tengah malam itu rasanya aku begitu tertegun meski bibir ini masih memberikan senyum simpul namun hati ini begitu terharu. Ternyata masih ada sisa nafas dari pendahulu yang dulu yang terwariskan. Dan seketika itu aku bisa merasakan tawa dari tiap generasi yang terabadikan berbaur bersama hembusan angin tetapi tetap terekam dalam memori. Sesaat tawa itu terengkam dalam keabadian. .. dan sesaat melalui hembusan angin itu aku bisa merasakan canda tawa dan bergeloranya semangat yang ada semenjak 12 tahun yang lalu itu.. aku rindu tempatku berproses…rindu bersama punggawa-punggawa media….
Proses itu kini menelantarkanku…… merubah pola pikirku…..

Mak Luvie berhasil merebut mike dari tangan dahlia
Salma di pojok kanan hanya bisa tersenyum kecut. dahlia nyoba senyum
akhirnya Pidi cm bisa bengong gak ikutan nyanyi
Luvie tetep eksis dengan mikenya biarpun udah gw alangin
Ni orang bener2 dah…!! yang laen termasup gw ampe kagak kebagian pisan
Hah…!! capek gw…kagak bisa komentar lagi..!!!